Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) Forum Strategis Menuju Desa Sehat dan Mandiri

  • Jun 26, 2025
  • Iponk
  • Warta KIM

PONOROGO -  Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) kembali digelar sebagai forum penting yang mempertemukan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga dalam rangka membahas hasil Survei Mawas Diri (SMD) serta merancang langkah konkrit untuk mengatasi permasalahan kesehatan di desa pada kamis, (26/6).

MMD diawali dengan pemaparan hasil Survei Mawas Diri yang telah dilakukan sebelumnya. Survei ini memetakan kondisi kesehatan masyarakat, potensi lokal, dan sumber daya yang tersedia di desa. Berdasarkan hasil tersebut, peserta musyawarah bersama-sama mengidentifikasi dan menganalisis berbagai masalah kesehatan yang paling mendesak untuk ditangani.

Sementara itu Riyadi Kepala Desa Kalimalag dalam sambutnya mengatakan sangat mengapresiasi semangat warga dalam Musyawarah Masyarakat Desa kali ini. “Fokus pada pendampingan ibu hamil dan penanganan stunting adalah langkah tepat demi masa depan generasi desa yang lebih sehat dan cerdas. Pemerintah desa berkomitmen penuh untuk mendukung program ini, baik dari segi anggaran, tenaga, maupun kebijakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Permasalahan stunting bukan hanya soal kurang makan, tapi juga tentang pemahaman orang tua, pola asuh, sanitasi, dan perhatian sejak kehamilan. Maka dari itu, kami akan memperkuat kerja sama antara kader kesehatan, bidan desa, dan keluarga, agar pendampingan ibu hamil dan balita bisa dilakukan secara maksimal.”

“Kami berharap, hasil MMD ini benar-benar dijalankan dan bukan hanya jadi wacana. Dengan kerja sama seluruh elemen masyarakat, saya yakin kita bisa menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan warga desa,” pungkasnya.

Setelah masalah teridentifikasi, forum berlanjut dengan penyusunan rencana aksi. Peserta MMD membahas berbagai alternatif solusi dan menyepakati langkah-langkah strategis yang akan dilakukan secara gotong royong. Penetapan prioritas pun dilakukan secara musyawarah, lengkap dengan pembagian tugas dan tanggung jawab antar pihak terkait.

Tak hanya fokus pada penyusunan rencana, MMD juga menjadi sarana penting untuk menggalang dukungan dan komitmen seluruh lapisan masyarakat desa. Keterlibatan aktif warga menjadi kunci utama dalam keberhasilan pelaksanaan program kesehatan di tingkat lokal.

“Melalui MMD, masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam pembangunan kesehatan. Ini adalah wujud nyata demokrasi partisipatif di tingkat desa,” ujar Drg. Aulin Raras Artha Narasumber dari Pukesmas Sukorejo.

Salah satu agenda prioritas dalam MMD kali ini adalah penguatan pendampingan bagi ibu hamil dan balita yang mengalami stunting. Berdasarkan hasil SMD, kasus stunting dan risiko kehamilan tinggi menjadi isu kesehatan yang mendesak di desa.

Sebagai tindak lanjut, hasil MMD akan dijadikan dasar dalam penyusunan rencana kegiatan desa, termasuk pengalokasian anggaran untuk program-program kesehatan prioritas.

Dengan adanya MMD, masyarakat dan pemerintah desa membangun kesepahaman dan kerja sama dalam menciptakan desa yang sehat, mandiri, dan tangguh menghadapi tantangan kesehatan di masa depan.